April 01, 2010

Visit Indonesia 2010

"Hingga pada tahun 2010 nanti, program Visit Indonesia Year akan tetap dilanjutkan", ungkap Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar, di Jakarta melalui Antara News. Program Visit Indonesia Year dari tahun ke tahun dinilai mampu menggerakkan daerah-daerah untuk semakin bergairah membangun pariwisata wilayahnya.
Program yang sama juga dinilai telah sukses menjaring dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke tanah air hingga mampu mencatat rekor jumlah kunjungan 6,4 juta wisman pada 2008 dengan jumlah devisa mencapai 7,5 juta dolar AS. Tahun ini diprediksikan target sebesar 6,5 juta wisman akan terlampaui hingga tutup tahun 2009.

Indonesia Peringkat 81 soal Pariwisata

Sesuai dengan berita yang disampaikan oleh Antara News, bahwa Indonesia menempati posisi 81 dari 133 negara di dunia soal daya saing pariwisata, demikian hasil survei World Economic Forum pada 2009.
"Posisi daya saing Indonesia pada 2009 ada pada peringkat 81 dari 133 negara," kata Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Firmansyah Rahim, di Jakarta, Minggu.
Indeks daya saing kepariwisataan itu dinilai dari tiga hal yakni kerangka regulasi, infrastruktur dan bisnis, serta sumber daya manusia, budaya, dan alam. Tiga indeks itu kemudian terbagi 14 subindeks yang dinilai.
Firmansyah mengatakan, Indonesia terbilang unggul dari sisi kompetitivitas harga dalam industri pariwisata. "Namun sayangnya kita menempati peringkat 130 khusus untuk soal lingkungan yang berkelanjutan," katanya.
Secara keseluruhan Indonesia dinilai kurang baik dari sisi kerangka regulasi mulai dari peraturan dan kebijakan, lingkungan, keamanan dan keselamatan, serta kebersihan dan kesehatan. Namun untuk soal prioritas pariwisata, Indonesia berhasil merebut posisi 10 besar.
Terkait infrastruktur dan bisnis, Indonesia menempati posisi di atas 100 dari 133 negara dari sisi kesiapan infrastruktur ICT. "Indonesia juga menempati ranking di atas 50 untuk soal infrastruktur transportasi udara, infrastruktur transportasi darat, dan infrastruktur transportasi pariwisata," katanya. Sementara untuk SDM, SDA, dukungan pariwisata, dan sumber daya budaya, posisi Indonesia di bawah 50 dari 133 negara.
Firmansyah berpendapat untuk bisa meningkatkan peringkat Indonesia diperlukan koordinasi seluruh pemangku kepentingan termasuk peran aktif masyarakat.
"Ada tiga strategi destinasi pariwisata yang bisa dikembangkan," katanya. Fokus pertama adalah mengembangkan destinasi pariwisata nasional berdasarkan preferensi dan analisis perilaku serta psikografik pasar.
Fokus kedua adalah mengembangkan destinasi pariwisata berdasarkan potensi, karakteristik, dan keunggulan sumber daya yang dimiliki. Dan fokus yang terakhir adalah mengembangan destinasi dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat, serta memberikan manfaat dan keberlanjutan SDA dalam kegiatan kepariwisataan setempat.

Logo Visit Indonesia Year 2010

Dengan dilanjutkannya program Visit Indonesia Year hingga tahun depan, program ini masih menggunakan logo sebelumnya, sebagai bentuk promosi atau branding Promosi Indonesia pada 2010. "Branding Indonesia dengan logo VIY-nya akan dipertahankan meskipun tanpa ditulis angka tahun dan tanpa tagline," kata Direktur Promosi Luar Negeri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, I Gde Pitana, di Jakarta melalui Antara News.
Logo yang sudah dipakai sebagai ajang promosi pariwisata indonesia dinilai dinilai baik oleh pasar dan mudah diterima. Logo tersebut memiliki beberapa kelebihan diantaranya dari sisi artistik yang  eye catching dan menarik. Selain itu, logo juga mengandung filosofi yang khas Indonesia yakni Pancasila dari sisi bentuk dan warna. Menurut Pitana, soal warna logo VIY hampir mengakomodasi seluruh warna sehingga tidak menimbulkan kecurigaan pada warna berbau politis tertentu.

Secara konsep logi Visit Indonesia Year ini memiliki konsep sebagai berikut:

  1. Bentuk Logo akan mengambil konsep Garuda Pancasila sebagai dasar Negara, tetapi dengan pengolahan yang modern.
  2. 5 sila akan digambarkan berupa 5 Garis Warna yang berbeda dan merupakan simbol diversity Indonesia yang penuh dengan keanekaragaman.
  3. Logo akan diolah menjadi bentuk dan warna yang dinamis sebagai perwujudan dari Dinamika Indonesia yang sedang berkembang.
  4. Jenis Huruf dari Logo akan mengambil dari elemen otentik Indonesia yang disempurnakan dengan sentuhan modern.
 

Full music.!!

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis
Terima kasih telah mengunjungi blog saya, jangan lupa balik laggi yaaa..